Description
Artikel ilmiah berjudul “Analisis Perencanaan Pembelajaran PKN di SDN 2 Sananwetan Kota Blitar” yang ditulis oleh Liana Safitri, Muhammad Rayhan Pratama, Salsabila Choirunisya Mifta Azzahra, Sri Nurhayanti, Surayanah, dan Marsanda Avilia Putri dipublikasikan pada JUPERAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Volume 04, Nomor 02, Tahun 2025. Penelitian ini berfokus pada proses perencanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas II SDN 2 Sananwetan Kota Blitar, khususnya mengenai strategi guru dalam menyusun rancangan belajar, pemilihan media, serta penerapan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi lapangan, data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung terhadap interaksi kelas, wawancara mendalam bersama guru dan siswa, serta dokumentasi berupa RPP dan hasil kerja siswa yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Latar belakang penelitian ini menyoroti tantangan nyata di lapangan di mana banyak guru masih menyusun RPP sekadar untuk memenuhi tuntutan kurikulum secara umum tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik siswa, sehingga pembelajaran nilai Pancasila yang abstrak menjadi kurang maksimal dan partisipasi siswa rendah.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi guru kelas II dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah rendahnya kemampuan literasi dasar, di mana sebagian besar siswa belum lancar membaca dan menulis. Menanggapi kendala tersebut, guru menunjukkan fleksibilitas dan kreativitas tinggi dengan menyusun perencanaan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap kondisi siswa. Pada komponen materi pelajaran, guru menyiasati keterbatasan literasi dengan menyampaikan materi secara lisan serta mengaitkan nilai-nilai Pancasila—seperti gotong royong dan tanggung jawab—dengan contoh konkret dan situasi nyata di sekolah. Untuk strategi dan metode pembelajaran, guru menerapkan pendekatan lisan dan bimbingan individual (scaffolding) serta mengembangkan pembelajaran aktif berbasis diferensiasi (differentiated learning). Siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca mereka (lancar, sedang, dan butuh bimbingan), di mana siswa yang lebih mampu diarahkan untuk membantu temannya yang kesulitan sebagai wujud nyata dari nilai gotong royong.
Guna mendukung efektivitas pembelajaran di tengah keterbatasan literasi siswa, guru memanfaatkan ragam media dan bahan ajar yang sederhana namun menarik. Media yang digunakan meliputi gambar ilustrasi perilaku Pancasila untuk mempermudah pemahaman konsep tanpa ketergantungan pada teks, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis visual yang minim teks, video animasi bertema Pancasila untuk menjaga fokus, serta aktivitas kinestetik dan auditori seperti bernyanyi dan tepuk tangan. Sementara itu, dalam aspek pengelolaan kelas, guru menerapkan pendekatan yang humanis, empatik, dan sabar untuk menghadapi dinamika siswa kelas rendah yang mudah kehilangan fokus atau bertengkar. Guru mengutamakan komunikasi positif dan pembinaan hubungan suportif dibandingkan pemberian hukuman. Terakhir, sistem evaluasi dilakukan secara autentik melalui observasi sikap, tanya jawab, dan pemberian umpan balik langsung secara individual. Artikel ini menyimpulkan bahwa perencanaan yang matang, kontekstual, dan berpusat pada siswa di SDN 2 Sananwetan berhasil mendukung internalisasi nilai-nilai Pancasila sekaligus menguatkan literasi dasar sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Features
Artikel ilmiah berjudul “Analisis Perencanaan Pembelajaran PKN di SDN 2 Sananwetan Kota Blitar” yang ditulis oleh Liana Safitri, Muhammad Rayhan Pratama, Salsabila Choirunisya Mifta Azzahra, Sri Nurhayanti, Surayanah, dan Marsanda Avilia Putri dipublikasikan pada JUPERAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Volume 04, Nomor 02, Tahun 2025. Penelitian ini berfokus pada proses perencanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas II SDN 2 Sananwetan Kota Blitar, khususnya mengenai strategi guru dalam menyusun rancangan belajar, pemilihan media, serta penerapan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi lapangan, data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung terhadap interaksi kelas, wawancara mendalam bersama guru dan siswa, serta dokumentasi berupa RPP dan hasil kerja siswa yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Latar belakang penelitian ini menyoroti tantangan nyata di lapangan di mana banyak guru masih menyusun RPP sekadar untuk memenuhi tuntutan kurikulum secara umum tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik siswa, sehingga pembelajaran nilai Pancasila yang abstrak menjadi kurang maksimal dan partisipasi siswa rendah.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi guru kelas II dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah rendahnya kemampuan literasi dasar, di mana sebagian besar siswa belum lancar membaca dan menulis. Menanggapi kendala tersebut, guru menunjukkan fleksibilitas dan kreativitas tinggi dengan menyusun perencanaan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap kondisi siswa. Pada komponen materi pelajaran, guru menyiasati keterbatasan literasi dengan menyampaikan materi secara lisan serta mengaitkan nilai-nilai Pancasila—seperti gotong royong dan tanggung jawab—dengan contoh konkret dan situasi nyata di sekolah. Untuk strategi dan metode pembelajaran, guru menerapkan pendekatan lisan dan bimbingan individual (scaffolding) serta mengembangkan pembelajaran aktif berbasis diferensiasi (differentiated learning). Siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca mereka (lancar, sedang, dan butuh bimbingan), di mana siswa yang lebih mampu diarahkan untuk membantu temannya yang kesulitan sebagai wujud nyata dari nilai gotong royong.
Guna mendukung efektivitas pembelajaran di tengah keterbatasan literasi siswa, guru memanfaatkan ragam media dan bahan ajar yang sederhana namun menarik. Media yang digunakan meliputi gambar ilustrasi perilaku Pancasila untuk mempermudah pemahaman konsep tanpa ketergantungan pada teks, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis visual yang minim teks, video animasi bertema Pancasila untuk menjaga fokus, serta aktivitas kinestetik dan auditori seperti bernyanyi dan tepuk tangan. Sementara itu, dalam aspek pengelolaan kelas, guru menerapkan pendekatan yang humanis, empatik, dan sabar untuk menghadapi dinamika siswa kelas rendah yang mudah kehilangan fokus atau bertengkar. Guru mengutamakan komunikasi positif dan pembinaan hubungan suportif dibandingkan pemberian hukuman. Terakhir, sistem evaluasi dilakukan secara autentik melalui observasi sikap, tanya jawab, dan pemberian umpan balik langsung secara individual. Artikel ini menyimpulkan bahwa perencanaan yang matang, kontekstual, dan berpusat pada siswa di SDN 2 Sananwetan berhasil mendukung internalisasi nilai-nilai Pancasila sekaligus menguatkan literasi dasar sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.
