Description
Artikel ilmiah berjudul “Manajemen Penilaian Hasil Belajar Ranah Kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Dasar” ditulis oleh Akhmaliah Siti Nailan, Dedeh Sariah, dan Badrudin dari program studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta dipublikasikan pada DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Volume 6, Nomor 4, Desember 2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di lapangan yang menunjukkan bahwa gambaran manajemen penilaian hasil belajar ranah kognitif oleh guru umumnya belum berjalan optimal, di mana penilaian kognitif sering kali hanya terbatas pada tes akhir seperti ulangan harian dan penilaian sumatif tanpa memfokuskan pada tahapan manajemen yang utuh. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci alur manajemen penilaian kognitif siswa pada mata pelajaran PPKn, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pelaporan, hingga pengarsipan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, serta mengumpulkan data melalui teknik wawancara, dokumentasi nilai Sumatif Tengah Semester (STS) tahun ajaran 2023-2024, dan kajian literatur. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seorang guru kelas dan seluruh siswa kelas IV di SDIT Kayyatal Jihaaz yang berjumlah 17 orang.
Hasil penelitian secara kuantitatif deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa kelas IV SDIT Kayyatal Jihaaz pada mata pelajaran PPKn tergolong sangat tinggi, dengan perolehan nilai rata-rata (mean) mencapai 86,8. Secara rinci, sebanyak 15 orang siswa (88%) berada pada rentang nilai 80–100 yang masuk kategori sangat tinggi, sementara 2 orang siswa (12%) berada pada rentang nilai 66–79 dalam kategori tinggi, dan tidak ada satu pun siswa yang berada di kategori cukup, rendah, maupun sangat rendah. Tingginya hasil belajar siswa ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal yang meliputi cara belajar, bakat, motivasi, dan minat siswa, serta faktor eksternal yang mencakup dukungan lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Guru memegang peranan penting sebagai evaluator untuk mewujudkan hasil belajar yang baik tersebut melalui serangkaian langkah manajemen penilaian kognitif yang sistematis.
Dalam aspek penerapan langkah-langkah manajemen, guru kelas IV memulai dari tahap perencanaan penilaian dengan menganalisis capaian pembelajaran, menentukan tingkat kesukaran soal berdasarkan Taksonomi Bloom (C1 sampai C6), menyusun indikator soal, mendesain konstruksi instrumen, hingga melaksanakan uji coba melalui tes validasi soal. Memasuki tahap pengorganisasian, prosedur yang dilakukan meliputi penetapan tujuan tes, pembentukan kisi-kisi, penulisan butir soal (baik pilihan ganda, isian, maupun uraian), serta melakukan peninjauan (review) dan revisi soal sebelum diujikan. Pada tahap pelaksanaan dan evaluasi, guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu berdasarkan jawaban tes siswa, yang kemudian ditindaklanjutas dengan program remedial bagi siswa di bawah rata-rata dan program pengayaan bagi siswa yang belajar dengan cepat. Apabila siswa menghadapi kesulitan belajar yang berat, tindakan nyata yang diambil oleh guru adalah memberikan bimbingan khusus di dalam maupun luar jam pelajaran, termasuk melakukan program kunjungan rumah (home visit).
Pada tahap akhir manajemen, proses pelaporan hasil belajar dilakukan secara berkala saat pembagian rapor di akhir semester untuk memaparkan perkembangan anak secara detail kepada orang tua siswa. Pihak sekolah juga memfasilitasi komunikasi rutin secara personal dan kondisional antara guru kelas dengan orang tua secara daring melalui aplikasi WhatsApp demi memberikan masukan dan motivasi belajar anak di rumah. Terakhir, pada tahap pengarsipan, dokumen fisik seperti buku induk, buku rapat orang tua, rekapan nilai sumatif, dan rekapan harian disimpan rapi di dalam loker khusus, sedangkan dokumen digitalnya diarsipkan dalam format Ms. Word dan Ms. Excel yang disimpan di komputer atau Google Drive guru dengan perlindungan kata sandi (password) untuk memastikan keamanan serta kerahasiaan data siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan lima tahapan manajemen penilaian kognitif secara terstruktur di SDIT Kayyatal Jihaaz berhasil mengoptimalkan proses evaluasi dan mendukung pencapaian hasil belajar PPKn yang sangat tinggi.
Features
Artikel ilmiah berjudul “Manajemen Penilaian Hasil Belajar Ranah Kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Dasar” ditulis oleh Akhmaliah Siti Nailan, Dedeh Sariah, dan Badrudin dari program studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta dipublikasikan pada DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Volume 6, Nomor 4, Desember 2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di lapangan yang menunjukkan bahwa gambaran manajemen penilaian hasil belajar ranah kognitif oleh guru umumnya belum berjalan optimal, di mana penilaian kognitif sering kali hanya terbatas pada tes akhir seperti ulangan harian dan penilaian sumatif tanpa memfokuskan pada tahapan manajemen yang utuh. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci alur manajemen penilaian kognitif siswa pada mata pelajaran PPKn, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pelaporan, hingga pengarsipan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, serta mengumpulkan data melalui teknik wawancara, dokumentasi nilai Sumatif Tengah Semester (STS) tahun ajaran 2023-2024, dan kajian literatur. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seorang guru kelas dan seluruh siswa kelas IV di SDIT Kayyatal Jihaaz yang berjumlah 17 orang.
Hasil penelitian secara kuantitatif deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa kelas IV SDIT Kayyatal Jihaaz pada mata pelajaran PPKn tergolong sangat tinggi, dengan perolehan nilai rata-rata (mean) mencapai 86,8. Secara rinci, sebanyak 15 orang siswa (88%) berada pada rentang nilai 80–100 yang masuk kategori sangat tinggi, sementara 2 orang siswa (12%) berada pada rentang nilai 66–79 dalam kategori tinggi, dan tidak ada satu pun siswa yang berada di kategori cukup, rendah, maupun sangat rendah. Tingginya hasil belajar siswa ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal yang meliputi cara belajar, bakat, motivasi, dan minat siswa, serta faktor eksternal yang mencakup dukungan lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Guru memegang peranan penting sebagai evaluator untuk mewujudkan hasil belajar yang baik tersebut melalui serangkaian langkah manajemen penilaian kognitif yang sistematis.
Dalam aspek penerapan langkah-langkah manajemen, guru kelas IV memulai dari tahap perencanaan penilaian dengan menganalisis capaian pembelajaran, menentukan tingkat kesukaran soal berdasarkan Taksonomi Bloom (C1 sampai C6), menyusun indikator soal, mendesain konstruksi instrumen, hingga melaksanakan uji coba melalui tes validasi soal. Memasuki tahap pengorganisasian, prosedur yang dilakukan meliputi penetapan tujuan tes, pembentukan kisi-kisi, penulisan butir soal (baik pilihan ganda, isian, maupun uraian), serta melakukan peninjauan (review) dan revisi soal sebelum diujikan. Pada tahap pelaksanaan dan evaluasi, guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu berdasarkan jawaban tes siswa, yang kemudian ditindaklanjutas dengan program remedial bagi siswa di bawah rata-rata dan program pengayaan bagi siswa yang belajar dengan cepat. Apabila siswa menghadapi kesulitan belajar yang berat, tindakan nyata yang diambil oleh guru adalah memberikan bimbingan khusus di dalam maupun luar jam pelajaran, termasuk melakukan program kunjungan rumah (home visit).
Pada tahap akhir manajemen, proses pelaporan hasil belajar dilakukan secara berkala saat pembagian rapor di akhir semester untuk memaparkan perkembangan anak secara detail kepada orang tua siswa. Pihak sekolah juga memfasilitasi komunikasi rutin secara personal dan kondisional antara guru kelas dengan orang tua secara daring melalui aplikasi WhatsApp demi memberikan masukan dan motivasi belajar anak di rumah. Terakhir, pada tahap pengarsipan, dokumen fisik seperti buku induk, buku rapat orang tua, rekapan nilai sumatif, dan rekapan harian disimpan rapi di dalam loker khusus, sedangkan dokumen digitalnya diarsipkan dalam format Ms. Word dan Ms. Excel yang disimpan di komputer atau Google Drive guru dengan perlindungan kata sandi (password) untuk memastikan keamanan serta kerahasiaan data siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan lima tahapan manajemen penilaian kognitif secara terstruktur di SDIT Kayyatal Jihaaz berhasil mengoptimalkan proses evaluasi dan mendukung pencapaian hasil belajar PPKn yang sangat tinggi.
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.
