Description
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep demokrasi siswa sekolah dasar melalui penerapan modul ajar berbasis metode role playing pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SDN Banyuajuh 04. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya partisipasi siswa dalam diskusi, kurangnya rasa percaya diri saat menyampaikan pendapat, serta pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah sehingga siswa lebih memahami konsep demokrasi secara teoritis daripada praktik nyata. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa kelas V SDN Banyuajuh 04 Kabupaten Bangkalan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes evaluasi. Lembar observasi digunakan untuk mengukur sikap demokrasi siswa yang meliputi aspek menghargai pendapat, keterbukaan, kebebasan berpendapat, kerja sama, partisipasi aktif, dan tanggung jawab, sedangkan tes evaluasi digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase sikap demokrasi siswa meningkat dari 72,5% pada siklus I menjadi 93,75% pada siklus II. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa juga meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II. Penerapan metode role playing terbukti mampu meningkatkan sikap demokrasi dan hasil belajar siswa karena siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pemeranan, diskusi, dan pengambilan keputusan bersama sehingga nilai-nilai demokrasi dapat dipahami melalui pengalaman belajar langsung.
Kata Kunci: role playing, konsep demokrasi, Pendidikan Pancasila.
Features
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep demokrasi siswa sekolah dasar melalui penerapan modul ajar berbasis metode role playing pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SDN Banyuajuh 04. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya partisipasi siswa dalam diskusi, kurangnya rasa percaya diri saat menyampaikan pendapat, serta pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah sehingga siswa lebih memahami konsep demokrasi secara teoritis daripada praktik nyata. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa kelas V SDN Banyuajuh 04 Kabupaten Bangkalan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes evaluasi. Lembar observasi digunakan untuk mengukur sikap demokrasi siswa yang meliputi aspek menghargai pendapat, keterbukaan, kebebasan berpendapat, kerja sama, partisipasi aktif, dan tanggung jawab, sedangkan tes evaluasi digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase sikap demokrasi siswa meningkat dari 72,5% pada siklus I menjadi 93,75% pada siklus II. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa juga meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II. Penerapan metode role playing terbukti mampu meningkatkan sikap demokrasi dan hasil belajar siswa karena siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pemeranan, diskusi, dan pengambilan keputusan bersama sehingga nilai-nilai demokrasi dapat dipahami melalui pengalaman belajar langsung.
Kata Kunci: role playing, konsep demokrasi, Pendidikan Pancasila.
2. Vivi Prila Arwinda (240611100043)
3. Alisyah Dwi Rahmah (240611100055)
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.
